Sound dan Source

qp1rSound dan Source

01. Sound

a. Sound Signature (Analytical, Dark, Muddy, Lush, Neutral, dll)

Menggambarkan karakter atau warna suara yang dihasilkan.

Sebetulnya ada cukup banyak ‘cabang’ Sound Sig, tapi secara garis besar hanya ada 3 Karakter Suara dasar IMO :

Mendem / dark

Biasanya kuantiti bass-nya besar, dan treble-nya kurang ‘extend’, suara vocal kadang bisa tertutup (tidak ‘lepas’)

Terang / bright

Kebalikan dari mendem. Kuantiti bass-nya hanya secukupnya, treble-nya betul-betul ‘lepas’

Warm (di antara mendem dan terang)

Kuantiti bass dan treble-nya ada di antara ‘dark’ dan ‘bright’

*Catatan : warm tidak sama dengan mendem

Mengenali Selera Kita Sendiri

Bagi teman-teman yang baru saja terjun ke dunia Personal audio, mencari tahu Karakter Suara yang kita sukai adalah hal yang sangat penting, agar kita bisa memilih audio gear mana yang sesuai dengan selera kita sekarang ini.

Sedangkan, buat yang sudah cukup ‘lama’ di hobi ini, masih perlu terus mencari karena selera kita (Sound Sig yang kita gemari) bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Cara membedakan Karakter Suara, bagi yang baru terjun ke Personal Audio :

  • Dengarkan headphone yang karakter suaranya sangat berlawanan, contoh : HD650 (mendem) dan HD800 (terang). Sound Sig yang sangat bertentangan akan lebih mudah dikenali perbedaannya
  • Walaupun hal ini bisa juga dilakukan dengan memakai IEM, tapi kalau dengan menggunakan headphone akan lebih mudah buat kita ‘notice’ bedanya dimana IMO
  • Gunakan source dan playlist yang sudah kita kenal atau biasa kita pakai sehari-hari

Kalau sudah tahu Karakter Suara yang kita gemari, berikutnya kita perlu mengenali dan menentukan Kualitas Suara seperti apa yang kita cari.

b. Sound Quality (Depth, Focus, Open, Spacious, Timbre, Transparency, dll)

Menjelaskan kualitas dari karakter suara yang kita dengar

Sound Sig dan SQ

  • Sound Sig = Teh x Kopi / Comedy x Action / Pantai x Gunung
  • SQ = teh-nya terlalu manis / kopi-nya terlalu asam / leluconnya kurang lucu / pantainya berangin kencang / gunungnya berkabut tebal sekali

Dari sini, bisa disimpulkan kalau Karakter dan Kualitas Suara adalah 2 hal yang berbeda, namun saling berhubungan.

Istilah yang dipakai untuk menjelaskan kedua hal ini (Sound Sig dan SQ) dapat teman-teman baca secara detil di :

www.head-fi.org/a/describing-sound-a-glossary

SQ di Percakapan Sehari – hari

  • Separasi / Layering = Separasi yang bagus adalah saat setiap instrumen dan vocal terpisah dengan sangat baik (tidak berkumpul menjadi satu)
  • Resolusi = Makin tinggi file lagunya, resolusi suaranya secara keseluruhan akan makin bagus, misalnya : Camera 8MP dan 2MP dipakai untuk memotret objek yang sama, maka dapat dipastikan, resolusi yang ditampilkan oleh camera 8MP pasti jauh lebih bagus. Karena itu, di artikel sebelumnya, saya anjurkan agar sebisa mungkin menggunakan hanya file lossless (minimal WAV). File sangat berpengaruh terhadap kualitas suara yang dihasilkan
  • Bodi = Apakah bodi suaranya tebal, tipis, terlalu tebal, terlalu tipis, ataukah sudah pas. Untuk suara yang terlalu tipis, saya menyebutnya steril. Makin steril suaranya, biasanya bobotnya makin kurang, sehingga bisa terkesan kurang mantap di telinga (kalau ada di antara teman-teman yang mengalami hal seperti ini, bisa sedikit disiasati dengan menghubungkannya ke audio gear penunjang yang memiliki bodi suara tebal)
  • Imaging / Placing = Imaging yang bagus biasanya berhubungan dengan separasi yang bagus juga
  • Depth = Selain Depth, ada Height dan Width

Selain lima istilah di atas, ada juga beberapa penjelasan sederhana, yang bisa dipakai supaya kita makin mengerti apa yang dimaksud oleh teman bicara kita (begitu juga sebaliknya).

Saya biasanya memakai penjelasan ini untuk menceritakan frekuensi dan presentasi dari suara yang saya dengar, contoh :

  • Frekuensi High (Treble)

Treble-nya halus (smooth), extend, roll-off / dip

  • Frekuensi Low (Bass)

Impactful (gebukan-nya mantap), kuantiti bass-nya besar (boomy), bass-nya ‘dalem’

  • Frekuensi Mid (termasuk Vocal)

Bobot vocalnya bagus, vocalnya basah, dll

  • Presentasi

Forward / Agresif = presentasinya meriah (instrumen dan vocal maju semua di depan)

Laid back / Rileks = presentasinya sedikit mundur (instrumen dan vocal tidak terlalu maju ke depan)

V-shaped = presentasi instrumen masih di depan, tapi vocalnya agak mundur ke belakang

02. Source

Yaitu, sumber / media pemutar lagu yang kita pakai.

Secara umum, ada beberapa pilihan source :

a. Computer

Seperti yang sudah kami bahas di Artikel sebelumnya (“Digital – Analog”), ada beberapa unsur yang berperanan penting dalam menentukan Kualitas Suara yang kita dengar.

Untuk sebuah source, unsur tersebut adalah : File Audio, DAC, dan Amplifier.

Computer memiliki DAC dan ampli yang biasa saja, karena memang fungsinya sebagai sebuah “multi-tasking device”, untuk menunjang pekerjaan atau studi.

Karena itulah, Computer perlu dihubungkan ke sebuah DAC dan Amplifier.

Selain itu, jangan lupa meng-install software audio  [Foobar2000 (untuk Windows), Audirvana / Amara (untuk Mac), dll] untuk mendapat SQ yang optimal.

b. Smartphone

Smartphone, juga merupakan sebuah “multi-tasking device” sehingga bisa dipastikan kualitas DAC amp-nya ‘standard’ saja.

Sehingga, perlakuannya mirip seperti computer.

Selain menambahkan sebuah DAC Amp, perlu juga menginstall aplikasi audio ke dalam smartphone (USB Audio Pro, Onkyo HF Player, dll).

*Catatan : pada prinsipnya, DAC Amp diperlukan karena DAC + ampli bawaan Computer ataupun Smartphone tidak dibuat khusus untuk audio

Dengan sebuah DAC Amplifier dan aplikasi audio, smartphone sudah bisa difungsikan sebagai DAP.

Walau demikian, terdapat beberapa ‘resiko’ yang perlu diperhatikan, misalnya :

Kapasitas Memori Internal

Ukuran file lagu lossless cukup besar, karena itu perlu kita masukkan eksternal memory / micro SD yang kapasitasnya besar di smartphone (micro SD 128 GB banyak tersedia di pasaran).

Namun, ada smartphone dengan operating system tertentu yang hanya memiliki memori internal ‘fixed’ dan sama sekali tidak bisa ditambah lagi.

Daya Baterai

Memakai smartphone sebagai DAP juga beresiko menguras daya baterai.

Hal ini tentunya dapat mengganggu aktivitas studi atau bekerja.

Bisa disiasati dengan penggunaan power bank, tapi pemakaian power bank yang terlalu sering (kecuali urgent) akan memperpendek umur baterai smartphone kita IMHO.

*Catatan : Ada smartphone merk dan tipe tertentu, yang cukup bagus kualitas suaranya dibanding smartphone lainnya. Namun, masih belum bisa menyamai kualitas suara dari sebuah DAP

c. DAP (Digital Audio Player)

Sebagai dedicated player, semua komponen yang dipakai di dalamnya memang dipilih khusus agar SQ yang dikeluarkan bisa optimal.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dari sebuah DAP :

Suara

  • Apakah Sound Signature-nya sesuai dengan selera kita ?
  • Bagaimana Sound Quality-nya ?

UI (User Interface)

  • Menunya mudah dioperasikan atau tidak
  • Apakah booting awal, dan loading lagunya cepat atau tidak ?

Desain, Dimensi, dan Bobot

  • Premium Build, makin bagus bahan yang dipakai akan makin menarik
  • Apakah Dimensi (Panjang, lebar, dan tebal) dan bobotnya nyaman untuk kita pegang ? Makin solid saat digenggam, tentu makin bagus

Baterai

  • Sebagai sebuah Portable Player, diharapkan baterainya bisa tahan setidaknya 8 jam, sehingga bisa menemani aktivitas kita seharian

Fitur

  • Output (Analog = Line Out, Balanced Out) (Digital = Optical, Coaxial, USB)

Line Out = mem-bypass ampli yang ada di DAP kita, dan memakai ampli eksternal (line output sebuah DAP umumnya jadi satu dengan headphone output)

Balanced Out = menghasilkan presentasi suara yang berbeda dibanding single ended. IEM yang sama, dengan jenis kabel yang berbeda (kabel single-ended 3.5 mm / kabel balanced 2.5mm), menghasilkan dua jenis suara yang berlainan pula.

Digital Out = mem-bypass DAC di DAP, dan menggunakan DAC Amp eksternal melalui USB / Coaxial / Optical Out

  • USB DAC

DAP berfungsi sebagai DAC Amp, bisa mem-proses lagu dari Computer (sebagai source) via USB

  • Bluetooth (aptX)

Kualitas suara koneksi Bluetooth belum bisa disetarakan dengan kualitas dari koneksi kabel.

Teknologi aptX memungkinkan kita men-transfer file lossy dari DAP ke Headphone / IEM Bluetooth

*Catatan : Meskipun cukup banyak fitur yang ditawarkan, namun biasanya hanya terdapat beberapa saja yang dipasangkan di sebuah DAP, contoh : DAP X mempunyai Balanced Out dan USB Out saja, DAP Y mempunyai Optical Out saja, dll

Dari ketiga pilihan source di atas, semuanya bisa memainkan Lossless music.

Namun dengan majunya teknologi, kini sudah tersedia streaming music.

Sebagian orang sudah mulai menggunakan layanan ini. Secara singkat, apa yang kita dapatkan dari Streaming Music ?

03. Streaming Music

Dua jenis layanan yang sangat sering dipakai (selain Apple Music) :

  • Spotify

Spotify Premium, file yang diperoleh max. MP3 320 kbps

  • Tidal

Tidal Premium, dengan file max. FLAC 16-bit/ 44.1 kHz

*Catatan : info terkini, para pelanggan Tidal Premium nantinya bisa memperoleh file yang lebih tinggi lagi sampling dan bit rate-nya (>FLAC 16-bit/ 44.1 kHz)

Pros

Streaming music digemari karena hanya dengan sebuah smartphone kita sudah bisa menikmati ribuan lagu.

Cons

File maksimum yang bisa kita dapatkan, adalah FLAC 16-bit / 44.1 kHz.

Padahal, sangat banyak file Lossless di luar streaming music, yang formatnya hingga FLAC 24-bit / 192 kHz.

Bahkan DSD 5.6 MHz pun sudah tersedia.

Jadi, dengan menggunakan Streaming music, kita memilih mendengarkan file yang bit-rate dan sampling frekuensi nya terbatas di satu level tertentu saja.

Streaming Music menggunakan Smartphone atau DAP ?

  • DAP yang OS-nya full Android dapat dipakai untuk streaming music, tapi memakai smartphone pun sudah bisa menghasilkan SQ yang cukup baik IMO (tentu saja, kita tetap perlu menghubungkan smartphone kita ke sebuah DAC Amp)
  • Ada DAP yang OS Android-nya customized, dan sudah terdapat Tidal di dalamnya (di sini kita mempunyai dua pilihan, antara mendengarkan Lossless music ataukah mendengarkan via Streaming)
  • Jika memungkinkan, pilihlah paket streaming Premium agar memperoleh file yang paling tinggi

* Catatan : Secara SQ DAP jelas lebih unggul dibanding Smartphone. Namun untuk perbandingan DAP vs Smartphone yang dihubungkan ke DAC Amp tertentu, hasilnya tergantung pada jenis serta kelas DAP dan DAC Amp yang dipakai

04. CMA / Current Mode Amplification (Discrete, Class A Circuitry)

CMA merupakan teknologi yang memungkinkan sebuah DAP ‘mengangkat’ headphone yang impedans-nya tinggi dengan ‘effortless’ (CMA diadaptasi dari desktop amplifier buatan Questyle, kemudian diterapkan juga ke DAP buatan mereka).

* Catatan : Teknologi CMA ditemukan sekaligus dipaten-kan oleh Questyle

Pure Class-A BIAS Control System

Penggunaan BIAS di dunia audio cukup langka, hanya ditemukan di beberapa tipe hifi high-end (itupun hanya model tertentu yang memakai teknologi ini), seperti : Mark and Levinson, dan Krell.

Fully-Balanced Amplification Design

DAP ini menggunakan 4 buah sirkuit CMA untuk desain amplifier balanced-nya.

Bagi saya, desain ini berpengaruh sangat positif terhadap SQ yang dihasilkan.

* Catatan : Yang memakai teknologi CMA dan BIAS Control System pada DAP hanya Questyle QP2R saja

  • Karakter Suara : Warm
    (musical, berbodi, sweet, luas, dan effortless)
  • Desain : Premium dan solid
  • Kenyamanan : mirip ukuran rata-rata smartphone, sangat solid di genggaman
  • UI : sederhana dan mudah dioperasikan, menggunakan Scroll Wheel dan tombol navigasi di bagian depan bodi nya (Home, Back, Left dan Right arrow)
  • Tombol Fisik (terletak di samping bodi QP2R) : Play/ Pause – Previous – Next
  • Baterai : 3,100 mAh
  • Playtime : 9 – 10 jam
  • Internal Memory : 64 GB
  • Eksternal Memory : max. 200 GB
  • Analog Output : Headphone Out (3.5 mm), Balanced Out (2.5 mm)
  • Digital Output : Optical
  • Digital Input : USB-C (berfungsi sebagai DAC Amp)
  • Gain : Low / Medium / High
  • DSD Gain : +1 hingga +6 dB
  • PCM : max 32-bit / 384 kHz
  • DSD : Native DSD64 (2.8 MHz), DSD128 (5.6 MHz), DSD256 (11.2 MHz)
    (teknologi “True DSD” dipatenkan juga oleh Questyle)
  • OS : Linux (sangat stabil)
  • Perusahaan : Questyle
  • Manufacture oleh : Foxconn (perusahaan manufaktur iPhone)

QP2R adalah DAP favorit saya hingga sekarang (apalagi saya sangat menyukai suara yang dihasilkan oleh Balanced Out-nya).

Banyak keunggulan yang diberikan oleh QP2R, seperti : Ampli yang powerful, SQ yang sangat bagus dan refine, dan tentu saja beberapa fitur positif sekaligus unik lainnya, seperti yang tertulis di atas.

Final Tips :

  • Luangkan waktu untuk mencoba langsung suara setiap gear (DAP ataupun Smartphone + DAC Amp)
  • Kenali Sound Sig yang kita suka, sambil terus mempelajari dan mencari tahu SQ yang kita ‘kejar’
  • Selera kita kadang-kadang akan berubah seiring waktu. Sekarang suka dengan sound signature ‘mendem’, ada kemungkinan 5 bulan lagi kita hanya mau dengar yang sound sig-nya ‘terang’. Banyak juga yang kemudian menyukai 2 macam Sound Sig yang saling bertolak belakang, di saat yang bersamaan
  • Selain Sound Sig dan SQ, ada hal yang umumnya dihindari dari sebuah DAP : tidak adanya min. 1 macam Digital Output
  • DAC bukanlah penentu utama suara sebuah DAP, contoh : terdapat 5 DAP dengan DAC yang sama namun suaranya sangat berbeda satu sama lain, ini karena Op-amp, capacitor, dan sirkuit yang dipakai ikut menentukan suara yang dihasilkan IMO
  • Karakter Suara sifatnya subyektif, sedangkan Kualitas Suara sifatnya obyektif IMHO
  • Sebagian penggemar Personal Audio seringkali menggunakan lebih dari satu macam source, misalnya : di kantor dan di rumah menggunakan Computer, sedangkan di perjalanan menggunakan DAP
  • Source yang bagus bisa membuat potensi sebuah IEM / Headphone keluar dengan optimal

Suara yang kita dengar, adalah hasil dari kombinasi semua gear yang kita pakai.

Semakin bagus kombinasi dari masing-masing gear (Source, DAC, Amp, IEM, Headphone), akan semakin optimal pula SQ yang dihasilkan.

Ada begitu banyak kemungkinan setup yang bisa dicoba di dunia Personal Audio ini.

Keseruan di dunia Personal Audio ini bukan hanya saat kita menemukan gear yang sesuai, namun perjalanan dalam menemukan setup tersebut juga merupakan pengalaman pribadi yang sangat menarik untuk diceritakan.

Terlebih lagi, dengan komunitas yang ada, selain berkenalan dengan banyak teman baru, sekarang kita punya kesempatan yang lebih luas untuk mencoba sendiri setiap audio gear.

Teman baru + Gear berbeda + Having fun bersama-sama = Personal Audio 🙂

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Happy Monday Folks!

– Hengky Irawan –

www.analoghead.com

www.instagram.com/analoghead_id

www.facebook.com/AnalogHeadStore/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s